Ustad Das'ad Latif - orang-orang yang boleh qadha' puasa dan yang boleh ganti dengan fidyah
Channel Resmi Ustad Das’ad Latif
Siapakah yang Terkena Qadha’ Puasa?
Yang dimaksud dengan qadha’ adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya. Adapun orang yang dikenakan qadha’ puasa adalah orang yang sakit dan sakitnya memberatkan untuk puasa, wanita hamil dan menyusui apabila berat untuk puasa, seorang musafir, juga wanita yang mendapati haidh dan nifas.
Qadha’ Ramadhan Boleh Ditunda
Qadha’ Ramadhan boleh ditunda, maksudnya tidak mesti dilakukan setelah bulan Ramadhan yaitu di bulan Syawal.
Akan tetapi yang dianjurkan adalah qadha’ Ramadhan dilakukan dengan segera (tanpa ditunda-tunda) berdasarkan firman Allah Ta’ala,
أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ
“Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al Mu’minun: 61)
Mengakhirkan Qadha’ Ramadhan Hingga Ramadhan Berikutnya
Syaikh Ibnu Baz menjawab, “Orang yang menunda qadha’ puasa sampai Ramadhan berikutnya tanpa uzur wajib bertaubat kepada Allah dan dia wajib memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan disertai dengan qadha’ puasanya… Dan tidak ada kafarah (tebusan) selain itu. Hal inilah yang difatwakan oleh beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum seperti Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.”
Namun apabila dia menunda qadha’nya karena ada udzur seperti sakit atau bersafar, atau pada wanita karena hamil atau menyusui dan sulit untuk berpuasa, maka tidak ada kewajiban bagi mereka selain mengqadha’ puasanya.”
Tidak Wajib untuk Berurutan Ketika Mengqadha’ Puasa
Dasar dibolehkannya hal ini adalah firman Allah Ta’ala,
فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185). Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Tidak mengapa jika (dalam mengqadha’ puasa) tidak berurutan”.
Barangsiapa Meninggal Dunia, Namun Masih Memiliki Utang Puasa
Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah,
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki kewajiban puasa, maka ahli warisnya yang nanti akan mempuasakannya. ” Yang dimaksud “waliyyuhu” adalah kerabat, menurut Imam Nawawi. Ulama lain berpendapat bahwa yang dimaksud adalah ahli waris.Namun hukum membayar puasa di sini bagi ahli waris tidak sampai wajib, hanya disunnahkan.
Boleh beberapa hari qadha’ puasa dibagi kepada beberapa ahli waris. Kemudian mereka (boleh laki-laki ataupun perempuan) mendapatkan satu atau beberapa hari puasa. Boleh juga dengan serempak beberapa ahli waris membayar utang puasa tersebut dalam satu hari.
Yang dibayarkan puasa di sini adalah orang yang ketika hidupnya mampu dan punya kesempatan untuk mengqadha’ namun belum dilakukan hingga meninggal dunia.
Pembayaran Fidyah
Bagi orang yang sudah tua renta yang tidak mampu lagi berpuasa, serta orang sakit yang sakitnya tidak kunjung sembuh, maka wajib bagi mereka fidyah sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ
“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184).
Cara Penunaian Fidyah
1- Ukuran fidyah adalah dilihat dari ‘urf (kebiasaan yang layak) di masyarakat setempat. Selama dianggap memberi makan kepada orang miskin, maka itu dikatakan sah.
2- Fidyah harus dengan makanan, tidak bisa diganti uang karena inilah perintah yang dimaksud dalam ayat.
3- Satu hari tidak puasa berarti memberi makan satu orang miskin.
4- Bisa diberikan berupa makanan mentah (ditambah lauk) atau makanan yang sudah matang.
5- Tidak boleh mendahulukan fidyah sebelum Ramadhan.
6- Waktu penunaian fidyah boleh setiap kali tidak puasa, fidyah ditunaikan, atau bisa pula diakhirkan di hari terakhir Ramadhan lalu ditunaikan semuanya.
Sumber : https://rumaysho.com/7867-qadha-puasa-dan-fidyah.html
PERHATIAN – Silahkan Share Video-video USTAD DAS’AD LATIF dengan catatan :
* Mencantumkan Sumber dan Link video.
* Tidak mengedit atau memotong video yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
* Tidak memberi judul/thumbnail/caption yang provokatif dan berlebih lebihan.
* Tidak Menghapus Logo Channel ataupun Property Das’ad Latif Channel
* Tidak dimonetize.
Tidak diperkenankan meng-upload ulang video Kajian ini di Youtube / memotong / meng-edit sebagian atau seluruhnya / dan memanfaatkannya untuk keperluan komersil. Silakan disebarluaskan dengan tetap mencantumkan link sumber. Jazakumullah khayran.
-***-
Ustad Das’ad Latif
Jika Ingin Mengundang Ustad , Silahkan kunjungi
www.instagram.com/dasadlatif1212
dan Dapatkan kontak beliau melalui Instagram
facebook : https://www.facebook.com/ust.dasad.latif
instagram : https://www.instagram.com/dasadlatif1212
SOCIAL MEDIA MANAGER : DANT3NERO
www.youtube.com/dant3nero
#dasadlatif #puasa #ramadhan
Sumber : Youtube / Das’ad Latif
Ustad Das’ad Latif – orang-orang yang boleh qadha’ puasa dan yang boleh ganti dengan fidyah
📥 Download Video (MP4) & Audio (MP3) 📺
💡 Cara Download Video Dalam Format Video (MP4) & Audio (MP3)
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.
Komentar
Posting Komentar